Tim Konsultan Siap Kawal Mutu Revitalisasi 107 Sekolah di Kepri

Kepri, resonansi.co – Revitalisasi 107 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 tak sekedar mengejar pembangunan fisik. Pemerintah turut memperkuat pelaksanaan program melalui keterlibatan tim konsultan profesional untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar dan perencanaan.

Tim konsultan tersebut akan memberikan pendampingan sekaligus pengawasan teknis sejak program dimulai hingga pekerjaan selesai. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga pelaksanaan revitalisasi tetap tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Ketua Pelaksana Tim Konsultan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026, Mariyo, ST, mengatakan tim yang dilibatkan memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang perencanaan, pengawasan konstruksi, serta pendampingan pembangunan.

Menurut Mariyo, pengalaman teknis dan pemahaman terhadap kondisi lapangan menjadi bekal penting untuk mengawal program revitalisasi, terutama karena sebagian sekolah penerima bantuan berada di wilayah terpencil dan kawasan 3T.

“Tim konsultan tidak hanya memberikan pendampingan secara administratif, tetapi juga melakukan pengawasan teknis di lapangan agar kualitas pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Mariyo.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari verifikasi kondisi sekolah, penyusunan dokumen teknis, pelaksanaan pekerjaan konstruksi, hingga proses serah terima hasil pembangunan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi dan mengantisipasi berbagai persoalan teknis sejak dini. Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, pekerjaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menghasilkan bangunan sekolah yang berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Program revitalisasi sekolah tahun 2026 di Kepri mencakup 107 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp97 miliar. Sasaran program diprioritaskan bagi sekolah dengan kondisi kerusakan berat, termasuk sekolah yang berada di wilayah terpencil serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pekerjaan revitalisasi mencakup berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, hingga fasilitas pendukung seperti toilet. Pembangunan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat, dan representatif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Mariyo menegaskan, keberhasilan revitalisasi tidak cukup hanya dilihat dari rampungnya pembangunan. Lebih dari itu, kualitas dan kebermanfaatan bangunan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar menjadi ukuran penting keberhasilan program.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, pihak sekolah, pelaksana konstruksi, dan tim konsultan, kami optimistis program revitalisasi sekolah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Dengan pengawalan dari tenaga profesional dan sinergi seluruh pihak, revitalisasi 107 sekolah di Kepri diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi sarana pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terluar. (Zaki

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru