BLUD Kepri Dukung Pengelolaan Kawasan Konservasi Yang Mandiri dan Berkelanjutan
BINTAN, RESONANSI.CO– Ketua Tim Visitasi BLUD Konservasi Perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Isra Gigantara, menilai kawasan konservasi perairan yang berada di Kecamatan Bintan Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara mandiri melalui sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dalam kunjungannya ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Konservasi Perairan, Ia mengatakan bahwa potensi yang terdapat di kawasan tersebut sangat ideal dan memenuhi semua persyaratan untuk penerapan sistem pengelolaan berbasis BLUD.
“Potensi yang terdapat pada kawasan konservasi perairan di Bintan Timur sangatlah ideal dan memenuhi segala persyaratan untuk menerapkan sistem pengelolaan keuangan BLUD. Melalui sistem ini, pengelolaan keuangan dan pendapatan akan lebih fleksibel,” kata Ketua Tim Visitasi BLUD Kepri, Isra Gigantara, Selasa (21/10/2025).
Isra menjelaskan, terdapat banyak potensi di wilayah UPTD tersebut yang layak dikembangkan melalui skema BLUD, seperti pengelolaan jasa lingkungan, kegiatan ekowisata, serta potensi hasil laut berkelanjutan.
“Banyak potensi yang dapat dikelola sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan maupun di tingkat provinsi. Jika dikelola dengan optimal, kawasan ini bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi daerah,” ucapnya.
Terkait masukan untuk pengelolaan kawasan konservasi oleh UPTD setelah ditetapkan sebagai BLUD, Isra menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berbasis kajian.
“Setelah ditetapkan sebagai BLUD, UPTD Konservasi Perairan perlu membuat kajian yang lebih luas dan mendalam mengenai potensi objek pendapatan, baik dari sisi keuangan maupun manfaat sosial. Pada tahap awal, sebaiknya dibuat perencanaan penerimaan yang realistis untuk menghindari tidak tercapainya target,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi dengan berbagai pihak agar penerapan sistem BLUD berjalan efektif.
“UPTD perlu melakukan pendekatan dengan instansi- instansi terkait yang memiliki keterkaitan objek kerja, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat agar mendapat dukungan penuh. Dengan demikian, kehadiran UPTD Konservasi Perairan dapat memberikan manfaat nyata tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar,” ucap Isra.
Dengan dukungan Tim Visitasi BLUD Provinsi Kepri, diharapkan penerapan sistem pengelolaan keuangan BLUD di kawasan konservasi perairan Bintan Timur dapat menjadi model pengelolaan konservasi yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan di wilayah Kepulauan Riau. AAL
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kuasa Hukum Layangkan Surat ke Polda Riau, Minta Kasus Pembunuhan Kembali di Ungkap
- Kampar
- 19 April 2026 18:06 WIB
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
- Nasional
- 18 April 2026 19:23 WIB
Kasusnya Dinyatakan SP2Lid, Ahmad Iskandar Tanjung Akan Laporkan Balik Pelapornya ke Polda Kepri
- Karimun
- 17 April 2026 22:28 WIB
Bukan Sekadar Urus Gizi, Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Inhil
- 17 April 2026 16:24 WIB
Hendri Kampay Apresiasi Komisi III DPRD Kampar, Konflik Warga- Perusahaan di Kemang Indah Berakhir Damai
- Kampar
- 17 April 2026 13:15 WIB
STY FEST Sekolah Santo Yusup Karimun Meriah
- Karimun
- 17 April 2026 13:12 WIB
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Inhil
- 17 April 2026 12:51 WIB
Gercep, Pemprov Riau: Perbaikan Jalan Minas-Tualang Segera Dimulai
- Riau
- 17 April 2026 11:41 WIB
Warga Siak Korban Penipuan Kerja Akhirnya Dimakamkan di Kamboja
- Riau
- 17 April 2026 11:38 WIB
Pansus II DPRD Kampar Soroti LKPJ 2025, Rinaldo: Efisiensi Harus Tetap Pro Rakyat
- Kampar
- 17 April 2026 11:14 WIB
KTH Tak Bisa Sendiri, Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan
- Siak
- 17 April 2026 11:10 WIB
