Polda Kepri Bersama KNTI, Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembudidayaan Hutan Mangrove dan Terumbu Karang
BATAM, RESONANSI.CO– Polda Kepulauan Riau bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri serta Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kepri menggelar SOSIALISASI PERAN STRATEGIS NELAYAN DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DAN KELESTARIAN KAWASAN PESISIR, Senin (20/5), di Gedung IT Center BP Batam.
Mengusung tema "Lindungi Terumbu Karang dan Hutan Mangrove serta Jaga Kamtibmas untuk Mewujudkan Nelayan Hebat dan Pesisir yang Kuat", kegiatan ini bertujuan memberdayakan nelayan agar aktif menjaga lingkungan dan keamanan wilayah pesisir.
Wadir Intelkam Polda Kepri, AKBP Nanang Budi Santoso SIK, mengimbau kepada kelompok dan masyarakat nelayan untuk memahami perbedaan kawasan konservasi seperti hutan produksi, hutan lindung, dan APL (Area Penggunaan Lain) mangrove. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan wilayah serta ekosistem dan stabilitas keamanan masyarakat nelayan pesisir.
Sekretaris DKP Kepri, Laode, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman tentang cara menanam mangrove dan membudidayakan terumbu karang untuk memulihkan lingkungan yang rusak. "Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir," ujarnya.
Ia mengajak para peserta agar membagikan ilmu yang diperoleh kepada nelayan lainnya. “Tanyakan yang belum dipahami, lalu sebarkan ilmunya,” tambahnya.
Ketua KNTI Kepri, Amrah Fanani SH MH, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini penting agar nelayan lebih sadar akan dampak lingkungan dan mampu menjaga kelestarian ekosistem laut.
Setelah sesi di ruangan, kegiatan dilanjutkan ke kawasan Ekowisata Pandang Tak Jemu, Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Kecamatan Nongsa. Di sana, peserta mempraktikkan penanaman mangrove dan dikenalkan dengan pembuatan terumbu karang buatan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan nelayan yang tidak hanya menjaga laut, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian lingkungan pesisir di Kepri.(*).
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
LKS Bipartit Jadi Kunci Cegah Konflik Hubungan Industrial
- Nasional
- 09 Juni 2026 21:08 WIB
Rumah Milik Petani di Tanjung Alai Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
- Kampar
- 09 Juni 2026 21:01 WIB
Bhabinkamtibmas Turun ke Pekarangan, Polsek Enok Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita
- Inhil
- 09 Juni 2026 20:32 WIB
Manfaatkan Lahan Kosong, Polsek Enok Dukung Asta Cita Lewat Tanaman Gizi
- Inhil
- 09 Juni 2026 19:27 WIB
Wabup Bagus Santoso Tegaskan Dukungan Pemkab Bengkalis terhadap Penguatan Ekonomi Syariah
- Bengkalis
- 09 Juni 2026 18:16 WIB
PWI Pekanbaru Siap Kawal SPMB 2026, Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli di Sekolah
- Pendidikan
- 09 Juni 2026 18:11 WIB
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 6,94 Kg Sabu dan 969 Cartridge Etomidate
- Hukrim
- 09 Juni 2026 18:02 WIB
Sanksi Administratif PT BWL Masih Berlaku, DLH Kampar Tunggu Pemenuhan Kewajiban dan Verifikasi Lapangan
- Kampar
- 09 Juni 2026 17:53 WIB
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani Cabai Rusli, AKP Yosi Apresiasi Inovasi Polibek
- Inhil
- 09 Juni 2026 15:06 WIB
Beredar Website Misterius PDAM Kampar
- Kampar
- 09 Juni 2026 14:50 WIB
Bupati Kampar Tegaskan Dukungan bagi Penguatan UMKM dan Digitalisasi Perbankan
- Ekonomi
- 09 Juni 2026 14:35 WIB
BKPSDM Kampar: Hasil Seleksi JPT Segera Diserahkan ke Pimpinan Daerah
- Kampar
- 09 Juni 2026 12:49 WIB
Hutama Karya Buka Suara Soal Rentetan Kecelakaan Maut di Tol Permai
- Riau
- 09 Juni 2026 08:49 WIB
Kemnaker dan GoTo Tingkatkan Literasi Digital Pelaku Usaha Kuliner di Bandung
- Traveliner
- 09 Juni 2026 06:44 WIB
Drama MotoGP Hungaria, Bos Aprilia Angkat Bicara
- Olahraga
- 09 Juni 2026 06:14 WIB
Tony Hidayat Dorong Pemkab Kampar Tuntaskan Perizinan UPT Puskesmas Lipat Kain
- Kampar
- 09 Juni 2026 05:52 WIB
