Pemprov Riau Bentuk Pokja Penertiban Lahan di Tesso Nilo
PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong percepatan pemulihan kawasan hutan, khususnya di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang selama ini menghadapi persoalan tumpang tindih kepemilikan lahan.
Salah satu langkah yang diambil adalah pembentukan kelompok kerja (pokja) untuk menangani pembatalan sertipikat tanah yang berada di dalam kawasan hutan.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penertiban administrasi pertanahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Pembatalan sertipikat tanah ini memang menjadi persoalan yang cukup dilematis. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya penyelesaian,” ujarnya di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan pokja merupakan tindak lanjut dari rapat pembahasan sebelumnya yang bertujuan memastikan setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat dan melibatkan seluruh pihak terkait.
“Kita perlu membentuk pokja khusus untuk menangani persoalan ini secara terstruktur,” katanya.
Pokja tersebut nantinya akan fokus pada proses identifikasi dan verifikasi terhadap sertipikat tanah yang berada di dalam kawasan hutan. Langkah ini penting untuk memastikan objek yang akan dibatalkan benar-benar berada di wilayah yang dilindungi.
Zulkifli menegaskan bahwa pembatalan sertipikat dilakukan secara selektif dan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta kajian teknis dari instansi terkait, khususnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Objek yang dibatalkan adalah yang benar-benar berada di dalam kawasan hutan. Pemerintah daerah mendukung penuh proses ini dari sisi regulasi dan teknis,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan kawasan hutan memerlukan sinergi lintas sektor, sehingga tidak dapat dilakukan secara parsial.
Menurutnya, keterlibatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan di lapangan.
“Sinergi dan kolaborasi antarinstansi perlu diperkuat agar penanganan dapat berjalan optimal,” pungkasnya. Adv
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

