Baznas Natuna Perkuat Kemandirian UMKM dengan Dukungan Modal Usaha

Natuna, resonansi.co – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha bimbingan. 

Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Baznas Natuna dalam membantu masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), agar dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui program pemberdayaan ekonomi, Baznas Natuna memberikan bantuan modal kepada para mustahik yang memiliki usaha dan kemauan untuk berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi pijakan awal agar usaha yang dijalankan semakin maju dan mampu memberikan penghasilan yang lebih baik.

Ketua Baznas Kabupaten Natuna, Raja Marzuni, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas dalam mengelola dan menyalurkan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin zakat yang disalurkan ini benar-benar memberikan manfaat. Bantuan modal ini kita harapkan bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, menambah modal, meningkatkan pendapatan dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Raja Marzuni, saat menyerahkan bantuan modal, yang berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Natuna, Jalan Soekarno-Hatta, Pantai Piwang Ranai, Senin (7/9/2026). 

Menurutnya, bantuan yang diberikan Baznas bukanlah pinjaman yang harus dikembalikan oleh penerima. Namun, para mustahik yang telah terbantu diharapkan nantinya dapat tumbuh menjadi masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

"Bantuan ini bukan pinjaman dan tidak ada kewajiban untuk mengembalikannya kepada Baznas. Kita hanya berharap, ketika usaha mereka sudah berkembang dan rezekinya semakin baik, mereka dengan keikhlasan hati bisa mulai berinfak,” kata Raja Marzuni.

Ia menjelaskan, infak yang diberikan oleh masyarakat tersebut nantinya dapat kembali dihimpun dan disalurkan kepada mustahik lainnya yang membutuhkan. Dengan demikian, kebaikan yang diterima hari ini diharapkan dapat terus berputar dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat.

Kalau hari ini mereka menerima bantuan, mudah-mudahan suatu saat mereka sudah mampu berinfak. Tidak harus besar, yang penting ikhlas. Dari infak itu nanti bisa kita salurkan lagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Jadi kebaikan ini terus berlanjut,” tuturnya.

Raja Marzuni berharap para penerima bantuan tidak hanya melihat bantuan tersebut sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai kesempatan untuk bangkit dan membangun kemandirian ekonomi.

Baznas Natuna juga mendorong agar bantuan yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan usaha, baik untuk menambah stok dagangan, membeli peralatan, maupun kebutuhan lain yang dapat menunjang perkembangan usaha.

“Kami berharap jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi lihatlah manfaatnya. Semoga usaha yang dijalankan semakin berkembang, pendapatan meningkat dan kehidupan keluarga juga semakin baik,” ujarnya.

Lebih jauh, Raja Marzuni berharap akan lahir sebuah siklus kebaikan dari program tersebut. Mustahik yang hari ini mendapatkan bantuan, kelak mampu berdiri sendiri, kemudian memiliki kemampuan untuk berinfak dan ikut membantu mustahik lainnya.

Dari zakat yang diberikan, tumbuh usaha. Dari usaha yang berkembang, lahir kemandirian. Dan dari kemandirian itu, diharapkan tumbuh kepedulian untuk kembali membantu sesama.

Semangat inilah yang ingin terus dibangun Baznas Natuna melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga zakat dan infak tidak hanya menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan bagi masyarakat untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (Zaki

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru