Pj Bupati Kampar Ekspose Percepatan Penurunan Stunting di Kampar, Ini Target Tahun 2024
PEKANBARU- Pj Bupati Kampar Hambali melakukan ekspose hasil kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar tahun 2023 yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Kamis (30/5/2024).
Kegiatan ini merupakan dalam rangka penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2023 tingkat Provinsi Riau.
Hadir mendampingi Pj Bupati Kampar diantaranya Pj Sekda Kampar Ahmad Yuzar S.Sos, MT dan Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Ricana Djayanti Hambali, Kepala Dinas Kesehatan Kampar melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kampar Popy Rahmadini, SKM, serta OPD lainnya.
Dalam paparannya, Pj Bupati Kampar menyampaikan gambaran umum Kabupaten Kampar yang mana jumlah penduduk Kabupaten Kampar sekitar 841.033 jiwa, terdiri dari 21 Kecamatan, 250 Desa/Kelurahan, 31 puskesmas, 674 posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 1.479 orang, Kader Pembangunan Manusia (KPM) sebanyak 242 orang, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di 21 Kecamatan dan 250 Desa/Kelurahan, Lembaga atau unsur masyarakat desa sebanyak 4.109 orang Kader di 21 Kecamatan dan 250 Desa/Kelurahan.
Selanjutnya, Pj Bupati Kampar sampaikan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang sudah dilakukan oleh TPPS Kabupaten Kampar untuk mencapai target diantaranya analisa situasi, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, Peraturan Bupati, pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting dan review kinerja tahunan.
Berdasarkan gambaran prevalensi stunting Kabupaten Kampar sesuai dengan data SSGI dan SKI pada tahun 2019 sebesar 32,99 persen, tahun 2020 sebesar 23,07 persen, tahun 2021 sebesar 25,7 persen, tahun 2022 sebesar 14,5 persen dan pada tahun 2023 angka Stunting di Kabupaten Kampar bisa turun menjadi 7,6 persen.
Sedangkan angka anak stunting pada tahun 2023 berjumlah 571 orang yang terdiri dari umur kurang 2 (dua) tahun sebanyak 168 orang dan umur lebih dari 2 tahun sebanyak 403 orang.
“Untuk tahun 2024 ini kita menargetkan Zero New Stunting, artinya bahwa tidak ada kasus stunting baru ada beberapa langkah yang kita ambil terutama kepada pasangan usia muda yang ingin menikah dimana bagi pasangan yang belum mampu atau berpotensi Stunting dengan menunda hingga usia pasangan ini sudah cukup, dan ini kita bekerjasama dengan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama," kata Hambali.
Selain itu, Ia menegaskan untuk penurunan angka stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, seluruh komponen dan elemen masyarakat harus memberikan kepedulian dan partisipasinya terutama kedua orang tua.
"Dalam penurunan stunting, Kabupaten Kampar memiliki semboyan Basamo - samo Tolong menolong Pajie Botuah (Batobo), artinya kita harus selalu tolong menolong dalam menyelamatkan anak-anak kita dari stunting dan ini merupakan tugas yang mulia dan diberkahi Allah Swt," ujarnya.
Pj Bupati Kampar juga menekankan dengan bebas Stunting kita dapat melahirkan generasi - generasi emas Kampar dimasa yang akan datang.
"Untuk tahun 2024 ini tentunya kita bicara Real saja bahwa tidak mungkin juga kita Zero Stunting namun kita targetkan berada pada kisaran 5 Persen dan ini sesuai dengan kondisi ril insyaallah kita mampu, namun untuk kasus baru kita mempunyai target New Zero Stunting, artinya Zero kasus baru Stunting tahun 2024 yang dimulai dari saat ini," tukasnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Ujung Batu
- Rohul
- 04 Juni 2026 19:36 WIB
Relokasi Warga Binaan ke Gedung Baru Jadi Solusi Atasi Overcrowding Lapas Bagansiapiapi
- Rohil
- 04 Juni 2026 19:28 WIB
Mumpung Gratis, Pelaku Usaha Kuliner Diminta Segera Urus Sertifikat Halal
- Traveliner
- 04 Juni 2026 19:18 WIB
Satlantas Pelalawan Tilang 15 Pengendara yang Terobos Antrean
- Pelalawan
- 04 Juni 2026 19:11 WIB
Kemnaker dan IJTI Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi AI bagi Jurnalis Kampus
- Nasional
- 04 Juni 2026 19:05 WIB
Pendidikan Harus Terjangkau, SPMB Harus Berintegritas
- Pendidikan
- 04 Juni 2026 18:53 WIB
Satu Tiket Semifinal Polytron Indonesia Open 2026 Dipastikan Milik Indonesia
- Olahraga
- 04 Juni 2026 17:04 WIB
BPBD Kampar Ingatkan Warga Waspada Karhutla, El Nino Picu Cuaca Kering hingga November
- Riau
- 04 Juni 2026 16:54 WIB
Bupati Siak Kritisi Ketimpangan Fiskal DBH Migas di Forum DPD RI
- Siak
- 04 Juni 2026 13:29 WIB
Brigadir Salman dan Jagung Tembilahan: Kisah Bhabinkamtibmas yang Menjaga Ketahanan Pangan dari Akar Rumput
- Inhil
- 04 Juni 2026 13:18 WIB
Aiptu Hendrick: Pekarangan Ahmad di Sentosa Bukti Nyata Warga Bisa Jaga Stabilitas Pangan
- Inhil
- 04 Juni 2026 13:11 WIB
Aiptu Agus Riyono Dampingi Petani Alimudin, Polsek Keritang Gerakkan Ketahanan Pangan dari Parit Sulawesi
- Inhil
- 04 Juni 2026 13:01 WIB
Jemaah Haji Kampar Mulai Dipulangkan 6 Juni, Panitia Siapkan Penyambutan di Tiga Titik
- Kampar
- 04 Juni 2026 12:09 WIB
Gelar Ekspos Besar-Besaran, Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus C3 dan Amankan 525 Tersangka
- Hukrim
- 04 Juni 2026 10:27 WIB
Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan
- Batam
- 04 Juni 2026 08:29 WIB
Jalan Rusak Hambat Perputaran Ekonomi Kampung Patin, Pemdes Koto Mesjid Dorong Perbaikan Infrastruktur
- Ekonomi
- 04 Juni 2026 08:19 WIB
