De la Fuente: Generasi Ini Menjadi Kebanggaan Spanyol

NEW YORK – Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente tak mampu menyembunyikan rasa haru usai membawa La Roja menjuarai Piala Dunia FIFA 2026. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan Argentina di partai final merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan generasi pemain yang luar biasa.

Spanyol memastikan gelar juara dunia keduanya setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu di New York, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) WIB.

Usai pertandingan, De la Fuente menyebut skuad yang dipimpinnya bukan hanya dipenuhi pemain berbakat, tetapi juga telah tumbuh menjadi sebuah keluarga yang mampu menginspirasi masyarakat Spanyol.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pemain sepak bola ini yang telah tumbuh dengan ide ini, membuatnya lebih baik dan memberi kami contoh sebuah kelompok, sebuah keluarga. Mereka adalah pemain dengan bakat luar biasa. Bagi saya, merupakan suatu kehormatan untuk menemani mereka dalam perjalanan ini," kata De la Fuente, dikutip dari laman FIFA.

Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku emosional saat mengenang perjalanan panjang bersama para pemainnya. Menurutnya, keberhasilan menjuarai Piala Dunia menjadi pelengkap dari berbagai prestasi yang telah diraih tim dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sangat emosional, mengingat kembali. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu luar biasa. Mereka adalah generasi pemain sepak bola yang menjadi sumber kebanggaan bagi Spanyol. Bersama-sama, kami lebih kuat," ujarnya.

Meski hanya menang dengan selisih satu gol, De la Fuente menilai timnya sebenarnya pantas mengunci kemenangan lebih cepat. Dominasi Spanyol sepanjang pertandingan beberapa kali digagalkan oleh penampilan gemilang kiper Argentina, Emiliano "Dibu" Martinez.

"Saya pikir pertandingan seharusnya sudah ditentukan lebih awal. Penyelamatan hebat Dibu mencegah kami menang lebih cepat, tetapi ini adalah final Piala Dunia dan, bahkan dengan sepuluh pemain di akhir pertandingan, Anda harus berjuang," tuturnya.

Dalam laga final tersebut, Spanyol tampil lebih dominan sejak menit awal. Namun, baru pada menit ke-106 Ferran Torres memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan Nico Williams, yang berawal dari umpan silang Pedro Porro.

Kemenangan itu memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah sukses pada edisi 2010, sekaligus mengakhiri upaya Argentina mempertahankan gelar juara dunia. 

(Reza)

Editor : Reza MF
Tag : # Olahraga



Bagikan

Berita Terbaru