Indonesia Raih Emas Speed Relay Campuran di World Climbing Series Guiyang

GUIYANG- Atlet panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi dalam ajang World Climbing Series Guiyang, Tiongkok, Sabtu (12/9/2026). Kali ini, Indonesia berhasil meraih medali emas dari nomor speed relay campuran, setelah sebelumnya juga merebut emas pada nomor speed perorangan putra.

Dikutip dari laman resmi FPTI, Selasa (15/9/2036), Indonesia menurunkan dua tim pada nomor tersebut. Tim Indonesia 1 diperkuat Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah, sedangkan Indonesia 2 menurunkan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih.

Tim Indonesia 1 berhasil melaju ke final perebutan medali emas untuk menghadapi Tiongkok 2 yang diperkuat Mengli Zhang dan Ziyu Zhou. Raharjati tampil sebagai pemanjat pertama dan melesat mulus, kemudian disusul Rajiah.

Duet Indonesia itu berhasil finis lebih cepat dengan catatan waktu total 11,35 detik. Sementara itu, Tiongkok 2 harus puas dengan catatan waktu 14,85 detik.

Medali perunggu diraih Amerika Serikat 1 yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt. Mereka mengalahkan Prancis 1 yang menurunkan Jerome Morel dan Capucine Viglione dengan catatan waktu 11,85 detik berbanding 13,40 detik.

Sementara itu, langkah Indonesia 2 terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan Amerika Serikat 1. Pasangan Indonesia mencatatkan waktu 11,97 detik, sedangkan AS 1 finis dengan waktu 11,46 detik.

Raharjati mengaku bahagia atas pencapaian tersebut. Ia juga menyatakan siap mengulang kesuksesan bersama Rajiah pada seri berikutnya, World Climbing Series Chongqing, Tiongkok.

“Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan medali emas,” kata Raharjati.

Menurutnya, tidak ada rahasia khusus di balik keberhasilan tersebut. Konsistensi dalam menjalani latihan menjadi kunci utama untuk meraih hasil maksimal.

Hal senada disampaikan Rajiah. Ia mengaku puas karena berhasil memperbaiki hasil pada seri sebelumnya di Krakow, ketika dirinya bersama Raharjati hanya mampu finis di posisi keempat.

“Saya sangat senang bisa podium satu. Pada seri Krakow, saya juga berpasangan dengan Raharjati dan kami tidak podium. Saya hanya berusaha agar lebih baik dan sekarang bisa podium satu,” ujar Rajiah.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa bagi Rajiah karena menjadi medali emas pertamanya sepanjang 2026.

Head Coach Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengatakan hasil yang diraih tim speed relay campuran telah sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Keberhasilan ini bisa dicapai karena konsistensi para atlet dalam latihan,” ujar Galar. Rz

Editor : Reza MF
Tag : # Olahraga



Bagikan

Berita Terbaru