Pelatih Minta Fajar/Fikri Tetap Fokus Hadapi China Open

TOKYO – Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengaku puas dengan keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026. Menurutnya, gelar tersebut terasa semakin istimewa karena diraih setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Dikutip pada Selasa (21/7/2026), Antonius mengatakan kemenangan di turnamen BWF World Tour Super 750 itu merupakan hasil yang membanggakan mengingat kualitas lawan yang dihadapi pada partai final.

"Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang, apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia," kata Antonius dalam keterangan resmi Humas dan Media PP PBSI.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara setelah menundukkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dalam laga final yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Minggu (19/7/2026). Pasangan unggulan kedua itu tampil solid dan menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-17 dalam waktu 45 menit.

Antonius menilai penampilan Fajar/Fikri sepanjang pertandingan sangat baik. Menurutnya, keduanya mampu menjalankan strategi dengan menguasai permainan depan serta menekan jumlah kesalahan sendiri sehingga mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

"Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali," ujarnya.

Meski puas dengan pencapaian tersebut, Antonius mengingatkan Fajar/Fikri untuk tidak larut dalam euforia kemenangan. Ia meminta anak asuhnya segera mengalihkan fokus ke China Open 2026 yang akan berlangsung pekan ini di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China.

Pada turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, Fajar/Fikri yang berstatus unggulan kedua akan menghadapi pasangan tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, pada babak pertama.

"Masih ada China Open setelah ini, jadi saya berharap mereka tetap fokus. Walaupun lawannya tidak jauh berbeda, level turnamennya lebih tinggi, yaitu Super 1000," kata Antonius.

Ia berharap gelar juara di Japan Open dapat menjadi modal penting bagi Fajar/Fikri untuk tampil lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan di China Open 2026.

"Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri," pungkasnya. Reza

Editor : Reza MF
Tag : # badminton



Bagikan

Berita Terbaru