Bupati Kasmarni Saksikan Pawai Perahu Hias, Perahu Begandong Bengkalis Tampilkan Kejayaan Maritim Melayu

KUANTAN SINGINGI – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni bersama Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso turut mengikuti Pawai Perahu Hias (Gulang-gulang) dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026).

Bupati Kasmarni dan Wakil Bupati Bagus Santoso menaiki perahu bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar beserta istri, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah, serta Bupati Kuantan Singingi H. Suhardiman Amby untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan pawai perahu hias yang berlangsung di sepanjang Sungai Narosa.

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Bengkalis menampilkan Perahu Begandong dengan konsep sampan hias Datuk Laksamana Raja di Laut, yang merepresentasikan kejayaan maritim serta kebesaran sejarah Melayu Negeri Junjungan.

Perahu hias itu dipenuhi berbagai ornamen khas Kerajaan Datuk Laksamana Raja di Laut yang memadukan nuansa religius dengan budaya Melayu. Hiasan kubah, ukiran khas Melayu, serta tulisan "Mengarungi Samudera Qurani" menjadi simbol perjalanan masyarakat Melayu yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan.

Keindahan Perahu Begandong semakin memikat perhatian masyarakat yang memadati tepian Sungai Kuantan. Seluruh peserta yang berada di atas perahu mengenakan busana kebesaran Datuk Laksamana lengkap dengan tanjak, pakaian adat Melayu, serta berbagai atribut tradisional yang mencerminkan kewibawaan pemimpin maritim Melayu.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Bengkalis dalam pawai perahu hias bukan sekadar untuk memeriahkan pelaksanaan MTQ Provinsi Riau, tetapi juga menjadi media memperkenalkan sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Melayu Bengkalis kepada masyarakat luas.

"Melalui Perahu Begandong ini, kita ingin mengangkat kembali kebesaran sejarah Datuk Laksamana Raja di Laut sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkalis. Semoga nilai-nilai Al-Qur'an dan budaya Melayu terus terpelihara serta diwariskan kepada generasi penerus," ujar Kasmarni.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Pawai perahu hias yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi. Penampilan Kabupaten Bengkalis pun mendapat apresiasi karena mampu memadukan syiar Islam dengan kekayaan budaya dan sejarah maritim Melayu Negeri Junjungan.

(Infotorial/Firdaus)

Editor : Nurdin Tambunan



Bagikan

Berita Terbaru