Pemprov Riau Cari Jalan Tengah Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama PT Hutama Karya membahas persoalan pembatasan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Pemprov Riau mendorong adanya solusi yang adil bagi pelaku usaha tanpa mengabaikan ketentuan keselamatan dan aturan lalu lintas.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kantor Gubernur Riau, Senin (7/9/2026).
Rapat turut dihadiri jajaran Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, Dinas Perhubungan serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau.
Forum tersebut membahas penerapan ketentuan dimensi dan beban muatan kendaraan angkutan komoditas sawit, khususnya CPO yang melintas di Tol Pekanbaru-Dumai.
Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, mengatakan pemerintah tetap berpegang pada regulasi yang berlaku. Namun, komunikasi dengan seluruh pihak akan terus dilakukan untuk mencari jalan tengah agar pembatasan tersebut tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kita tetap berpegang pada regulasi, tapi akan mencari solusi, mengomunikasikan hingga ada jalan tengah," ujar Helmi.
Menurutnya, Pemprov Riau juga menginginkan adanya perlakuan yang adil bagi seluruh asosiasi usaha. Di sisi lain, aspek keselamatan pengguna jalan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
"Pemprov Riau lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Semoga ke depan ada kebijakannya," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Riau berencana menyurati PT Hutama Karya secara resmi dengan melampirkan kompilasi data terkait angkutan Tandan Buah Segar (TBS), CPO dan sejumlah komoditas unggulan lainnya.
Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat kondisi lalu lintas angkutan komoditas serta penataan kebijakan operasional tol ke depan.
Sementara itu, PT Hutama Karya menjelaskan bahwa pengoperasian Tol Pekanbaru-Dumai wajib mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2019 dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam ketentuan tersebut, kendaraan yang melintas pada jalan Kelas I memiliki batas dimensi dan beban tertentu, di antaranya lebar maksimal 2,5 meter, panjang 18 meter, tinggi 4,2 meter serta Muatan Sumbu Terberat (MST) 10 ton.
Perwakilan GAPKI dalam rapat mempertanyakan penerapan pembatasan angkutan CPO yang dinilai belum memberikan perlakuan yang sama di lapangan. Mereka juga membandingkan kebijakan operasional jalan tol di sejumlah provinsi lainnya.
Menanggapi hal tersebut, PT Hutama Karya menegaskan pembatasan dilakukan berdasarkan ketentuan keselamatan dan batas beban jalan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebagai salah satu alternatif, PT Hutama Karya menyebut penggunaan truk gandeng dengan pembagian muatan dapat menjadi solusi selama beban gandarnya tidak melebihi batas MST yang ditentukan.
"Truk gandeng yang tidak melebihi 10 ton kami izinkan masuk," ujar perwakilan PT Hutama Karya.
Pemprov Riau kemudian mendorong pelaku usaha untuk mempertimbangkan penggunaan moda truk tempel atau truk gandeng sebagai alternatif distribusi CPO.
Skema tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi komoditas sawit sekaligus memenuhi ketentuan keselamatan dan batas muatan yang berlaku, sembari menunggu evaluasi serta kebijakan lebih lanjut terkait operasional angkutan CPO di Tol Pekanbaru-Dumai. Adv
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah
- Batam
- 03 November 2026 15:45 WIB
Ubed Bidik Hasil Lebih Baik di Korea Open 2026, Meski Persiapan Sangat Mepet
- Olahraga
- 02 November 2026 19:45 WIB

