Baznas Riau Perluas Program Beasiswa 2026, Targetkan 1.570 Mahasiswa Penerima Bantuan

PEKANBARU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau memperluas program beasiswa pendidikan tahun 2026 dengan menargetkan sebanyak 1.570 mahasiswa sebagai penerima bantuan pendidikan.

Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau.

“Kami terus berupaya menjadi bagian dari solusi pemerataan kualitas sumber daya manusia di Riau melalui skema bantuan pendidikan yang terukur,” ujar Masriadi Hasan, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Baznas Riau melalui program Riau Cerdas. Hingga Mei 2026, program tersebut telah menyerap anggaran sebesar Rp6,2 miliar yang digunakan untuk beasiswa, bantuan pelunasan utang pendidikan hingga perbaikan sarana sekolah.

Selain itu, Baznas Riau juga membiayai operasional tiga Pondok Pesantren Al Hidayah yang berada di wilayah pesisir dan terpencil, yakni di Pulau Mendol Kabupaten Pelalawan, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis dan Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti.

Masriadi menjelaskan, program beasiswa tahun 2026 dibagi ke dalam tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Tuah Riau (BESTARI) yang diperuntukkan bagi 120 mahasiswa semester 2 hingga semester 8. Program ini mencakup bantuan UKT penuh, biaya hidup bulanan dan pembinaan karakter.

Kuota BESTARI terdiri dari 100 mahasiswa jalur afirmasi dan 20 kuota khusus mahasiswa penyandang disabilitas.

Kategori kedua yakni Bantuan Pendidikan Luar Negeri bagi mahasiswa asal Riau yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah. Program tersebut menyediakan 200 kuota bantuan biaya keberangkatan dan 100 kuota bantuan prestasi bagi mahasiswa berprestasi di luar negeri.

Sementara kategori ketiga adalah Bantuan Tugas Akhir dengan total kuota 1.150 mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang S1, S2 hingga S3, termasuk penelitian bertema zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).

Menurut Masriadi, program tersebut bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga dapat segera berkontribusi di tengah masyarakat.

“Kami berharap sekolah maupun perguruan tinggi ikut aktif menyosialisasikan program ini agar bantuan pendidikan dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Selain memperluas program pendidikan, Baznas Riau pada tahun 2026 juga menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp70,4 miliar atau meningkat Rp10 miliar dibanding realisasi tahun sebelumnya.

Hingga awal Mei 2026, total penghimpunan zakat Baznas Riau telah mencapai Rp18,4 miliar dengan penyaluran dana sebesar Rp17,8 miliar untuk berbagai program pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi dan dakwah. Milla

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Pendidikan



Bagikan