Repol: Pemotongan TPP PPPK Jangan Dipolitisasi, Masih Banyak Celah di APBD Kampar
BANGKINANG- Polemik pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kampar tahun 2026 terus menuai sorotan.
Mantan Anggota dan Pimpinan DPRD Kampar, Repol, angkat bicara dan menegaskan agar persoalan tersebut tidak dilempar ke isu politik maupun dibebankan pada masa lalu.
Repol tidak menampik adanya kenyataan membengkaknya jumlah PPPK di Kabupaten Kampar. Namun menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang sah dan legal, sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk pemangkasan hak pegawai.
"Jumlah PPPK memang banyak, itu fakta. Tapi apa masalahnya? Itu legal. Tidak mungkin kita tutup mata lalu berkilah seolah ini kesalahan masa lalu," ujar Repol kepada Wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, persoalan tenaga honorer dan PPPK bukan hanya terjadi di satu masa kepemimpinan. Sejak selesainya pengangkatan K1 menjadi PNS, masih terdapat tenaga K1 yang tercecer. Setelah itu, muncul Tenaga Harian Lepas (THL) di berbagai OPD, yang menurutnya juga berlangsung secara legal.
"Ini bukan zamannya pak Yusri (Mantan Sekda Kampar- red) dan Repol saja. Semua OPD dulu banyak memasukkan THL, dan itu tidak ada masalah karena legal. PPPK juga legal, jadi jangan berkilah di balik itu," ujarnya.
Repol menegaskan bahwa kebijakan pengangkatan PPPK justru merupakan tawaran dari pemerintah pusat melalui KemenPAN-RB, sehingga siapapun kepala daerah yang menjabat wajib bertanggung jawab menyelesaikannya.
"Tidak bisa ini dibebankan ke masa lalu. Kalau begitu namanya cuci tangan. Kecuali kalau ilegal, ini jelas berbeda," katanya.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di DPRD Kampar, Repol menilai kondisi APBD Kampar masih memiliki ruang untuk menghindari kebijakan pemangkasan TPP secara menyeluruh.
"Kalau kita buka-bukaan dan bedah APBD, apakah separah itu? Analisa saya, masih banyak celah untuk tidak melakukan pemangkasan seperti ini," ucapnya.
Menurut Repol, jika penyesuaian keuangan daerah memang harus dilakukan, maka pemerintah seharusnya menggunakan pendekatan yang adil dan rasional, yakni dengan menghitung TPP berdasarkan beban kerja dan risiko kerja, bukan disamaratakan.
“Tidak masuk akal jika PPPK dokter spesialis disamakan dengan PPPK teknis yang beban dan risikonya rendah. Ini harus dianalisa supaya masyarakat paham,” tegasnya.
Ia juga menilai masih ada peluang untuk memperbaiki kebijakan tersebut melalui pergeseran anggaran internal.
"Kalau memang ada niat, masih bisa. Misalnya 12 bulan, bisa dibayar Rp300 ribu dulu untuk enam bulan. Mulai bulan ketujuh bisa dimasukkan ke APBD Perubahan, dinaikkan jadi Rp400 ribu atau Rp500 ribu, khusus bagi yang beban kerjanya tinggi," pungkas Repol. HP
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah
- Batam
- 03 November 2026 15:45 WIB
Ubed Bidik Hasil Lebih Baik di Korea Open 2026, Meski Persiapan Sangat Mepet
- Olahraga
- 02 November 2026 19:45 WIB

