Desa Wisata Rantau Langsat Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Promosi Digital

Rantau Langsat – Desa Wisata Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 kategori Promosi Digital.

Desa wisata yang dikenal sebagai kawasan budaya Suku Talang Mamak tersebut mendapat perhatian luas karena konsistensinya mempromosikan budaya adat dan wisata alam melalui media digital.

Pengelola Desa Wisata Rantau Langsat, Hendri mengatakan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Masuk nominasi ini tentu berkat dukungan dari pemerintah daerah, terutama Dispora,” ujarnya kepada Resonansi.co, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, sejak 2021 hingga 2026 Desa Wisata Rantau Langsat aktif mengikuti ajang API Award dalam berbagai kategori.

“Mulai dari kategori kampung adat, wisata tersembunyi hingga kategori lainnya kami selalu ikut,” katanya.

Pada tahun 2025 lalu, Desa Wisata Rantau Langsat berhasil meraih penghargaan Kampung Adat Terbaik III tingkat nasional.

“Tahun 2025 kemarin kami mendapat penghargaan Kampung Adat terbaik ketiga di Indonesia,” tambahnya.

Tahun ini, Desa Wisata Rantau Langsat kembali mengikuti API Award melalui kategori Promosi Digital dan berhasil masuk nominasi nasional.

“Sekarang untuk sementara posisi voting kami berada di peringkat ketiga tingkat Indonesia,” jelasnya.

Hendri menuturkan, promosi digital mulai serius dilakukan sejak tahun 2019, terutama melalui media sosial Instagram.

“Dari 2019 sampai 2026 kami konsisten membuat satu postingan setiap hari, baik tentang budaya maupun keindahan alam yang ada di Rantau Langsat,” ungkapnya.

Desa Rantau Langsat sendiri merupakan kawasan masyarakat adat Suku Talang Mamak, salah satu komunitas Melayu Tua (Proto Melayu) yang hidup di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Masyarakat Talang Mamak dikenal masih mempertahankan tradisi leluhur dan hidup sangat bergantung pada kelestarian alam. Mereka memegang teguh adat istiadat yang dikenal dengan sebutan “Langkah Lama”.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Talang Mamak menggunakan bahasa khas yang merupakan perpaduan bahasa Melayu dan Minangkabau. Permukiman mereka juga masih mempertahankan rumah panggung kayu tradisional yang dibangun menghadap ke arah matahari terbit.

Selain itu, masyarakat Talang Mamak juga tetap menjaga berbagai tradisi dan kesenian adat, salah satunya ritual Kumantan, yakni upacara pengobatan tradisional yang dipimpin dukun adat.

Konsistensi dalam menjaga budaya leluhur serta aktif mempromosikan potensi wisata melalui media digital menjadi salah satu faktor yang membuat Desa Wisata Rantau Langsat semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Selain budaya adat, Desa Wisata Rantau Langsat juga memiliki sejumlah destinasi wisata alam unggulan. Salah satunya adalah wisata alam Lubuk Bedil yang menyuguhkan panorama alam dengan hamparan pulau luas yang biasa dimanfaatkan untuk berkemah dan berbagai kegiatan wisata.

Lubuk Bedil berada di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kawasan ini juga berada dalam wilayah wisata Goa Pintu Tujuh yang sebelumnya berhasil masuk sebagai wisata terbaik keenam tingkat nasional.

Melalui paket wisata terbaru, pengunjung diajak menikmati keindahan Camp Lubuk Bedil dan Goa Pintu Tujuh yang menawarkan suasana alam asri dan masih alami.

Destinasi tersebut cocok untuk kegiatan camping bersama keluarga maupun komunitas. Camp Lubuk Bedil juga mudah dijangkau karena area parkir berada dekat lokasi perkemahan, aman untuk keluarga yang membawa anak-anak, serta masih tersedia jaringan komunikasi.

Sementara itu, kawasan Goa Pintu Tujuh menawarkan pengalaman berbeda dengan nuansa alam yang lebih alami. Pengunjung akan menyeberang menggunakan perahu menuju lokasi camp yang berada di tengah kawasan hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat adat Talang Mamak yang hingga kini masih menjaga tradisi leluhur mereka.

Pengelola wisata menyediakan paket camping dengan harga mulai Rp135 ribu per orang dengan minimal enam peserta.

"Paket tersebut sudah termasuk pemandu wisata, tiket masuk dan parkir, serta dokumentasi perjalanan," jelas Hendri.

Melalui promosi digital yang konsisten sejak 2019, Desa Wisata Rantau Langsat kini semakin dikenal luas dan berhasil masuk nominasi API Award 2026 kategori Promosi Digital. HERDI

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Inhu



Bagikan